Tampilkan postingan dengan label diesel truck. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diesel truck. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Mei 2010

WATER REMOVER

Masih menyambung postingan sebelumnya tentang common rail pada unit cwm 330.
Lagi lagi keluhan tentang rusaknya part's pada system bahan bakar seperti injector/Nozzle Assy, Common Rail, dan Unit Pump.....Dapat dibayangkan berapa biaya untuk mengganti part tersebut.


Tapi tunggu dulu, sepertinya bukan hanya CWM 330 yang mengalami kendala seperti ini, saya banyak lihat dijalan jalan, bagaimana Toyota Fortuner Diesel yang notabene belum lama, sudah mengeluarkan asap hitam yang berlebih. hem....lagi-lagi system bahan bakar dengan common rail yang mengalami masalah.

Jumat, 10 April 2009

Tips mengurangi konsumsi bahan bakar II



Bagi pengemudi Truck, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat bahan bakar. Di antara yang penting adalah mengubah budaya/kebiasaan mengemudi dengan mengganti posisi gigi yang tepat dengan memperhatikan putaran mesin (RPM).

Kebiasaan sering mengganti gigi yang tidak sesuai dengan kecepatan mobil, selain memperpendek usia plat kopling, juga membuang bahan bakar sia-sia. Untuk itu biasakanlah mengganti gigi sesuai dengan kecepatan kendaraan anda. Jangan memaksa menggunakan gigi transmisi tinggi saat Truck berjalan pelan.

Salah satu cara membuat konsumsi BBM yang efisien adalah melakukan pergantian gigi (transmisi) yang tepat, yaitu pada saat mesin mencapai torsi maksimum (momen maksimum). Karena itu, yang perlu diperhatikan adalah data teknis truck. Lihat keterangan mengenai Torsi Maksimum (torque maximum) di manual book yang diberikan saat membeli kendaraan. Biasanya, tertulis dengan satuan kg/m, feet/lbs, feet-pounds, atau Newton meter (Nm). Masing-masing engine memiliki torsi maksimum yang berbeda. Biasanya, angka torsi (momen) selalu dikaitkan dengan angka putaran mesin (RPM).

Misalnya, data pada manual book tertulis torsi maksimum 65 kg-m pada 1750 rpm. Ini berarti momen tertinggi sebesar 65 kg-m, terjadi saat mesin berputar sebanyak 1750 putaran per menit.

Berdasarkan data ini, berarti sebaiknya pengemudi melakukan perpindahan gigi saat rpm menunjukkan angka 1750. Angka RPM dapat dilihat di tachometer yang berada pada dashboard mobil.

Angka RPM di tachometer juga penting diperhatikan tidak hanya saat pergantian gigi ke posisi yang lebih tinggi. Saat kendaraan melaju di jalan, pertahankanlah putaran mesin pada kisaran torsi maksimum tersebut. Karena pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan tenaga yang dihasilkan mesin dan tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil.

Selain memboroskan bahan bakar, penggantian posisi gigi pada saat yang tidak tepat juga berdampak pada kerja plat kopling. Perangkat ini merupakan penghubung antara mesin dan roda untuk menggerakkan total beban kendaraan, selama komponen ini bekerja sesuai fungsinya maka usia pemakaiannya juga akan panjang.

Jumat, 03 April 2009

Diesel Injection Pump



Pada mesin diesel, bahan bakar bertekanan tinggi diinjeksikan langsung ke ruang bakar oleh Nozzle. Injection pump adalah sebuah mekanisme yang berfungsi memompa bahan bakar dari Tanki bahan bakar dan merubahnya menjadi bahan bakar bertekanan tinggi untuk dikabutkan oleh Nozzle.
Secara global Injection pump dibagi menjadi 2 yaitu Type Distributor/Rotary dan Type Inline. Type Rotary banyak digunakan untuk mesin diesel dengan Volume kecil (-5000 cc) sedang type Inline untuk Diesel Engine dengan volume besar (+5000 cc).
Dari mekanismenya Injection pump dibagi menjadi menjadi 4 bagian :

1. Feed Pump : berfungsi menyedot bahan bakar dari tanki
2. Pump : mengkompresi bahan bakar sehingga bertekanan tinggi
3. Timer : mengatur waktu penginjeksian bahan bakar
4. Governor : megatur jumlah injeksi bahan bakar

Untuk memastikan bahan bakar bersih dari kotoran biasanya dipasangkan 2 buah filter pada sebelum dan setelah Feed Pump.
Pada awalnya Timer dan Governor adalah type Mekanis dan pneumatic, dengan perkembangan teknologi sekarang telah beredar Timer Electric (TICS) dan Governor electric. Pada Injection pump electric waktu injeksi dan jumlah injeksi bahan bakar diatur oleh ECU yang bekerja berdasarkan putaran dan beban mesin. ECU mengambil data data spesifik dari sensor sensor yang kemudian diolah dan dijadikan dasar berapa jumlah bahan bakar yang harus diinjeksikan.
Type terakhir dari Injection Pump ini adalah Type Common Rail yang akan saya Bahas di postingan berikutnya

Jumat, 27 Maret 2009

Tips Bagi Operator Truck Nissan Diesel

Menyambung postingan sebelumnya mengenai Nissan Diesel CWA 260, ada beberapa point penting yang perlu diperhatikan bagi pengemudi antara lain sbb ;
1. Panaskan Mesin sebelum berkendara.
Hal ini perlu dilakukan agar sirkulasi oli mesin serta suhu kerja mesin tercapai.
Ditambah lagi Nissan menggunakan Turbo untuk meningkatkan tenaga mesin, hal ini mutlak diperlukan untuk menjaga keawetan turbo.
2. Mohon Perhatikan Dashboard/Panel Instrumen anda.
Pada saat kunci kontak ON pada dashboard akan terlihat gambar Mesin yang menyala, setelah mesin hidup gambar tersebut harus mati. Jika terjadi kelainan pada gambar mesin tersebut, berarti telah terjadi kerusakan pada system electrical ECU yang bisa mengakibatkan kinerja mesin tidak sempurna.
3. Jika Terjadi Kelainan Mesin
Dengan diaplikasikannya system electrical pada Semua unit Nissan Diesel type EURO II, mesin dapat dengan mudah menunjukan gejala "kerusakan tiba-tiba" seperti : suara kasar, keluar asap putih/hitam, mesin mati mendadak dan lain sebagainya, Jangan panik dan jangan berfikir bahwa benar benar mesinnya yang rusak. Pinggirkan kendaraan anda dan langsung matikan. Jangan terlalu lama mengemudikan Truck anda dengan kondisi demikian, hal tersebut akan benar benar merusak mesin anda.

Lalu apa yang harus dilakukan ???? To be continue

Selasa, 24 Maret 2009

Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar

Salah satu cara untuk menekan konsumsi bahan bakar Truck Diesel adalah dengan jalan mengurangi pemakain kondisi mesin idle (putaran mesin rendah 500 – 800 RPM)

Operator dapat melakukan penghematan pemakain bahan bakar rata-rata 3,5% dengan mengurangi pemakain mesin kondisi idle (RPM Rendah) pada kendaraan mereka, yang diperlukan hanya dengan penyesuaian sederhana dalam gaya mengemudi, menurut studi kasus dikompilasi oleh Freight Best Practie (FBP). Studi kasus fokus pada empat perusahaan-Leggett 's Transport, Allied Bakeries, Ralph Coleman dan Lloyd Fraser International Group-yang dilakukan adalah program mengurangi idle mesin, hasil monitoring yang berlaku sebagai bagian dari DfT didanai FBP.

Rob summers, driver instruktur di Suffolk perusahaan Leggett's Transport, artics dimonitor selama 63 bulan-andfound lama tes konsumsi bahan bakar yang ditingkatkan 1,2%. Dia mengatakan: "Mengurangi idle mesin adalah salah satu cara sederhana untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, ini tidak menjadikan hilangnya produktivitas dan karena itu membuat rasa logis.

"Namun, untuk memastikan bahwa hal ini dipahami, pemimpin manajemen harus mensosialisasikan dan menerapkan systemnya di seluruh organisasi yang berfokus pada ekonomi, jika tidak driver tidak akan menyadari pentingnya hal itu." Summers menambahkan bahwa pemantauan konstan untuk mempertahankan hasil yang diperlukan, jika standar dapat tergelincir dari waktu ke waktu.

Komentarnya adalah echoed oleh Lee Jeery, manajer logistik di Warwickshire operatorRalph Coleman International yang meningkat dengan rata-rata dari 9.22mpg ke 9.40mpg. Dia mengatakan: "Untuk hasil terbaik, Anda perlu untuk terus memantau situasi dan terus menekankan pentingnya hal ini dari mematikan mesin saat kendaraan sedang tidak digunakan. Hal ini sangat penting jika Anda memiliki driver yang berganti ganti, seperti driver baru perlu dilakukan pemahaman untuk melakukan system ini khusus ketika berkendara. "

Sumber: transportnews

BISAKAH DILAKUKAN DI JAKARTA DENGAN KONDISI JALAN 75% MACET ?